Post Top Ad

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Juni 2017

Juni 28, 2017

RESI GUDANG : Membela Petani.

Pada satu wilayah yang dihuni sebagian besar petani, kehidupan sangat makmur dan sejahtera. Mengapa? Karena petani mampu mengorganisir dirinya berdasarkan system yang dibangun oleh Negara. Ketika panen, biasanya harga akan jatuh dan pada waktu bersamaan petani dituntut untuk mendapatkan uang tunai guna membayar hutang hutangnya. 

Pada posisi ini petani dalam keadaan terjepit. Bila dia tidak jual maka dia akan mengalami kesulitan memenuhi likuiditasnya namun bila dijual , petani akan mengalami kerugian. BIasanya petani tidak punya pilihan kecuali melepas hasil produksinya dengan harga berapapun. Itulah sebabnya petani selalu lemah dan terlemahkan. Namun dengan adanya system yang terbangun dalam bentuk Resi Gudang, petani bisa menahan hasil produksinya untuk tidak dijual bila harga jatuh dan tetap mendapatkan uang tunai melalui penjaminan atas barang yang ditempatkannya digudang. Petani akan melepas barangnya kapan saja bila harga dirasa membaik dan menguntungkan.

Dalam system ini tentu ada tiga pihak yang terlibat , yaitu petani itu sendiri, pengelola Gudang yang terdaftar di Lembag Pengawas dan Lembaga Penjamin Ganti Rugi. Ketiga pihak ini bekerja sesuai aturan yang berlaku dimana Negara sebagai lembaga pengawas satu satunya untuk memastikan system itu bekerja efektif. Lembaga pengelola Gudang juga dilengkapi kemampuan market analisis yang terhubung dengan market domestic network ( MDN) dan bursa internasional .

Data dan informasi pasar ini dengan system IT dapat di access oleh petani hingga memungkinkan mereka punya kekuatan tawar dihadapan pasar uang untuk menentukan value resi gudangnya. Artinya petani dapat melepas resi gudangnya sebagai jaminan hutangnya kepada lembaga keuangan yang mau memberikan pinjaman berdasarkan value yang diyakini. Di sisi lain, lembaga keuanganpun harus mempunya kemampuan analisa pasar yang solid untuk melakukan deal dengan petani.

Berdasarkan kesepakatan dengan petani, lembaga keuangan dapat menerbitkan warkat sesuai jangka waktu tertentu. Warkat ini dapat lagi diturunkan dalam bentuk warkat lain atau dikenal dengan derivative. Inilah yang akan beredar dipasar uang. Semua itu bermuara kepada harga masa depan sesuai kontrak. BIla harga jatuh maka pasar dirugikan tapi tidak bagi petani yang sudah lebih dulu mendapatkan uang dari hasil penjaminan resi gudangnya. 

Namun bila harga naik dimasa depan, petani akan mendapatkan yield tambahan sesuai kontrak harga yang ditetapkannya. Jadi benar benar petani bertindak sebagai price maket , bukan price taker. Dengan system tersebut diatas, tengkulak terkapar, tukang ijon terkapar. Keadilan tercipta. Petani sejahtera.

Sebetulnya Resi Gudang ini sudah diterapkan lama di Eropa, AS yang dikenal sebagai Negara kapitalis namun tetap melindungi petani yang lemah untuk mempunya posisi tawar dihadapan financial resource karena ketidak pastian harga pasar. Bahkan di China, Resi Gudang sudah menjadi bagian dari platform perjuangan petani melawan hegemoni pemodal yang kadang bermain dengan demand and supply untuk menekan harga produksi petani.

Keberadaan Resi Gudang dinegara tersebut telah meramaikan produk pasar uang dengan likuiditas yang sangat tinggi. Derivative Resi Gudang berkembang pesat seiring meluasnya sumber keuangan yang siap menyerap produk investasi Resi Gudang ini. Akibatnya kehidupan petani di negara tersebut bukanlah second class tapi menjadi prime class. Mereka berdaya karena diberdayakan oleh kekuatan system yang di create oleh negara.

Di Indonesia UU Resi Gudang sudah ada sejak tahun 2006 namun stuck. Dan setelah dua kali di revisi, barulah di Era Jokowi, Resi Gudang mulai di implementasikan walau dalam skala terbatas. Saat sekarang Daerah yang sudah menerapkan adalah pembangunan 94 gudang SRG yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. 

Sementara Bank Pendukung adalah BRI, Bank BJB, Bank Jatim, Bank Kalsel, Bank Jateng, BPRS Bina Amanah Satria Purwokerto, maupun lembaga keuangan non-bank yaitu PKBL PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan LPDB Kementerian KUKM.


Sekarang sedang berproses pertumbuhan Resi Gudang di seluruh Indonesia. Tapi dengan kesungguhan Jokowi, saya yakin dalam jangkan waktu panjang Resi gudang akan jadi alat ampuh sebagai sumber pembiayaan Petani dan sekaligus alat perjuangan melawan para rentenir dan tengkulak.

Grup fb Diskusi Dengan Babo

Sabtu, 06 Mei 2017

Mei 06, 2017

Pilihan...

Sebagai warga negara, pilihan politik saya adalah PK kemudian PKS. Itu sejak reformasi. Saya bukan orang politik tapi saya bagian dari rakyat yang punya tanggun jawab menentukan pilihan, demi harapan yang lebih baik tentunya. Pilihan saya terhadap PKS bukan karena dokrin partai, bukan pula karena follower dari seseorang orang atau ormas. Saya memilih sebagai itjihad pribadi berdasarkan platform partai yang saya ketahui. Selagi platform partai tidak diubah maka pilihan saya tetap pada PKS. Namun khusus Pilpres saya memilih secara bebas. Karena PKS sendiri tidak punya calon pilpres kecuali hanya jadi partai pendukung. Maka tentu saya tidak perlu ikut kemana arah dukungan PKS. Ini politik dan akan selalu ada transaksional, dan saya tidak mau ikut transaksional itu karena saya bukan pemain politik.
Era Pilpres, dua kali memilih jadi golput. Dan baru Pilpres kemarin saya menentukan pilihan. Kalau saya memilih Jokowi bukan berarti saya orang PDIP. Harus di ketahui bahwa kita memilih Presiden langsung. Walaupun Capres di usung oleh partai, kalau ia terpilih tidak otomatis dia akan menjalankan platform partai pengusungnya. Presiden terpilih hanya bertugas melaksanakan UUD, UU, dan aturan yang ada. Untuk tugasnya itu diawasi oleh DPR yang merupakan perwakilan dari semua Parpol. Kalau melanggar maka ia akan berhadapan dengan lembaga yudikatif. Jadi jelas bahwa Presiden adalah bagian dari sistem kekuasaan, bukan penguasa atas sistem yang ada. Sukses Jokowi juga adalah suksesnya UUD, UU dan Pancasila sebagai platform bangsa Indonesia. Presiden adalah milik semua partai, semua rakyat dari semua golongan.
Apakah setelah Jokowi terpilih itjihad saya terhadap PKS salah? tidak. Komitmen terhadap SDA, PKS adalah partai pendukung utama lahirnya UU MINERBA 2009. Terbukti UU Minerba di era Jokowi di laksanakan lebih berani dibandingkan era SBY. Bahkan lebih luas. Bagaimana dengan keberpihakan kepada Petani dan rakyat miskin?. PKS pendukung utama lahirnya UU SRG ( Sistem resi Gudang ) 2006. Sejak era SBY, UU tesebut tidak dilaksanakan. Dan di era Jokowi, UU itu dilaksanakan dengan dibentuknya kelembagaan yang mendukung UU tersebut. PKS juga sebagai pendukung adanya reformasi agraria dengan program pembagian tanah kepada rakyat miskin sedikitnya 10 juta hektar. Dan Jokowi melaksanakannya lebih dari target program PKS, yaitu mencapai 17 juta hektar lahan. Masih banyak lagi program PKS di laksanakan Jokowi. Teman yang juga salah satu elite pimpinan PKS, mengakui bahwa Jokowi lebih baik di bandingkan presiden sebelumnya.
Ketika Jokowi menggandeng China dalam kemitraan, orang banyak tuduh Jokowi pro China. Ketika era SBY, teman saya yang juga elite PKS adalah pimpinan sidang kerjasama Parlemen China dan Indonesia. Pejabat china mengatakan bahwa mereka lebih senang bicara dengan elite politik dari Partai islam karena lebih terbuka pemikirannya. Dan kalau kemarin Aher berkunjung ke Beijing menjalin kerjasama dengan China, itu bukan sesuatu yang baru. Dan itu bagian dari platform PKS, yang memang sejalan dengan program Nasional. Anies Baswedan, bukanlah kader PKS namun PKS bersama Gerindra mendukung Anies. dan Saya tidak perlu memilih Anies karena saya bukan orang DKI dan lagi Anies bukan kader PKS yang diusung sendiri oleh PKS.
Jadilah rakyat yang cerdas dalam berpolitik. Setiap partai punya platform, dan ikutilah platform nya , bukan orangnya. Karena orang bisa salah , bisa berganti, tapi platform tidak akan berubah Kecuali partai itu bubar. Dan ingat ketika kita ikut Platform politik partai itu karena kita ingin negeri ini lebih baik secara system, bukan karena bermimpi kemakmuran akan datang dengan mudah. Nasip kita , hidup kita tergantung dengan usaha kita sendiri dan kebahagiaan kita tergantung sejauh mana kekayaan spiritual kita...

Erizeli Jely Bandaro