Post Top Ad

Post Top Ad

Tampilkan postingan dengan label Presiden Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Juni 2017

Juni 02, 2017

Pembangunan insfrastruktur Presiden Joko Widodo

Add caption
Suatu waktu saya bersama teman berkunjung ke Hobei di provinsi Wuhan, China dan saat itulah teman yang juga professor disalah satu universitas di Eropa sempat berkata kepada saya bahwa kemajuan China dibidang Ekonomi bukanlah sesuatu yang hebat. Saya bingung. Karena seharusnya teman ini terpesona dengan infrastruktur dan kapasitas industry yang dilihatnya selama kunjungan ke Hobei.
Menurutnya apa yang dicapai oleh China kini bisa juga dicapai oleh Negara manapun. Jadi bukan sesuatu yang sulit dipelajari. Apa itu? China mampu memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa secara efisien. Kelancaran ini didukung oleh infrastruktur logistic ( darat ,laut dan udara ) yang luas dan merata diseluruh china. Sehingga setiap wilayah mampu mengembangkan potensinya dan mendapatkan manfaat dari itu lewat kemampuannya mensuplay kebutuhan pasar dalam negeri maupun international.
Anda bisa bayangkan pedagang bunga di Pasar Pagi dan Sawah Besar Jakarta merasa lebih nyaman dan menguntungkan membeli (import) bunga dari Yunnan ( China) daripada beli bunga dari Lembang ( Bandung). Pedagang buah buahan Jakarta merasa lebih nyaman dan menguntungkan membeli (import) Jeruk dari exporter Shanghai dibandingkan membeli Jeruk dari pedagang besar di Kalimantan. Itulah kehebatan dukungan system logistic yang dimiliki oleh china.
Sang professor berkata kepada saya bahwa negara-negara yang berhasil dalam pencapaian tujuan pembangunan adalah negara-negara yang memiliki sistem logistic yang efisien. Untuk itu harus didukung akan sarana transforitasi dan sistem administrasi layanan yang cepat. China memiliki jalan tol terpanjang di dunia, memiliki panjang jalur kereta sekitar 100.000 kilometer yang menghubungkan seluruh provinsi yang ada di China, dan akan ditingkatkan menjadi 170.000 pada 2030.
Negeri Panda itu kini juga telah memiliki jalur kereta cepat ( express trains) sepanjang 8.358 kilometer yang merupakan terpanjang di dunia, serta akan dibangun pula jalur yang menghubungkan hingga Tibet, Rusia serta beberapa negara ASEAN. Dan China mampu mengelola system transportasi nasional yang meliputi darat, laut dan udara dengan efisien dan efektif untuk mendukung lalu lintas logistic.
Yang menyedihkan era SBY berkuasa, kinerja Logistik sangat buruk, bahkan di bawah negara tetangga di Asia. Bank Dunia (2012) mempublikasikan Logistic Performance Index yang menempatkan kinerja sektor logistik Indonesia pada urutan 59 dari 155 negara. Posisi yang jauh di bawah dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, maupun Filipina yang memiliki kondisi geografis relatif sama dengan wialayah nusantara.
Dari segi layanan logistik yang ada di Indonesia masih terlalu panjang dan tidak efisien atau tepatnya amburadul, yang berdampak harga barang menjadi mahal. Contoh biaya logistik untuk produk pertanian masih di atas 40 persen. Akibatnya jangan kaget bila harga panen yang awalnya sangat rendah menjadi begitu tinggi di pasaran karena biaya transportasi dan logistik cukup besar. Bahkan, tak jarang harga sayuran dalam negeri justru lebih mahal ketimbang produk hortikultura impor, seperti wortel , bawang dari China atau Thailand, Malaysia.
Padahal bahan makanan pokok, termasuk hortikultura, menyumbang sekitar 35 persen sumber inflasi. Tanyalah harga bahan bangunan kepada orang Papua, sangat mahal. Sektor logistik secara makro menentukan daya saing suatu negara. Bila daya saing diartikan sebagai perbandingan produktivitas dan biaya, maka daya saing dapat diukur melalui persentasi ongkos logistik terhadap pendapatan nasional bruto suatu negara. Semakin rendah ongkos logistik maka semakin baik daya saing negara tersebut.
Ongkos logistik Indonesia diperkirakan sekitar 20-25% dari PDB. Jika dihitung dengan PDB tahun 2010 sebesar Rp 2.310,7 triliun atas dasar harga konstan, maka ongkos logistik Indonesia sekitar Rp 500 triliun, itu sama dengan setengah dari APBN habis untuk ongkos logistic yang tidak efisien. Hal ini salah satu penyebab mengapa tingginya angka pertumbuhan ekonomi di era SBY tidak berdampak luas terhadap perluasan produksi dan kesempatan kerja.
Apa dampaknya ? ternjadinya deindustrialisasi di Indonesia karena masih kurang memadainya insfrastruktur dibandingkan dengan permintaan pelayanan jasa transportasi. Kondisi infrastruktur pelabuhan, bandara, jalan darat, dan jalur kereta api tidak memadai untuk mendukung kelancaran lalu lintas logistik. Sistem transportasi intermodal ataupun multimoda belum dapat berjalan dengan baik. Akibatnya transportasi dari sentra-sentra produksi ke pelabuhan dan bandara belum dapat berjalan lancar.
Sehingga menyebabkan kualitas pelayanan menjadi rendah dan tarif jasa menjadi mahal, belum lagi prilaku aparat yang korup. Mengapa SBY tidak melakukan secara all out untuk mencari jalan keluar terpenuhinya system losgistik yang efisien? Jawabannya hanya satu bahwa sistem yang amburadul memang membuat nyaman para birokrat yang bermental korup.
Era JKW...
Era JKW Pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi prioritas untuk segera dilakukan. Berdasarkan data yang ada, anggaran pembangunan infrastruktur dari APBN memiliki tren yang terus meningkat tiap tahunnya terutama semenjak tahun 2014 hingga 2016 di era pemerintahan Jokowi karena pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Untuk mempercepat pembanguan infrastruktur, pemerintah melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menetapkan 30 proyek infrastruktur senilai Rp 851 triliun sebagai proyek prioritas periode 2016-2019.
Proyek tersebut mendapat fasilitas jaminan politik, perizinan, dan finansial yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Untuk tahun 2017, Pemerintah menambah alokasi anggaran untuk keperluan pembangunan infrastruktur sebesarRp 70,2 triliun dari anggaran tahun ini. Sehingga untuk anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dalam APBN 2017 sebesar Rp 387,3 triliun yaitu setara 18,6% dari total APBN 2017 cenderung mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan presentase anggaran pembangunan infrastruktur yang berkisar 15,2% dari total APBN 2016.
Di tahun 2017 dana APBN 2017 untuk pembangunan infrastruktur akan difokuskan pada 6 sasaran pembangunan infrastruktur yang terdiri dari: Pembangunan Jalan sepanjang 815 km, Pembangunan jembatan 9.399 meter, Pembangunan 13 infrastruktur bandara, Pengembangan fasilitas pelabuhan laut di 55 lokasi yang beredar di seluruh Indonesia, Pembangunan jalur kereta api tahap I dan lanjutan sepanjang 550 kilometer spoor. Pembangunan terminal penumpang lanjutan di tiga lokasi. Disamping menggunakan APBN, skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) juga dimanfaatkan untuk proyek infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan tol yang nilainya mencapai Rp 570 triliun.
 Rincian dari angka proyek infrastruktur senilai Rp 570 triliun tersebut adalah investasi jalan tol senilai Rp 300 triliun, pelabuhan terutama 7 hub utama kira-kira sekitar Rp 70 triliun, serta kilang minyak sekitar Rp 200 triliun. Seluruhnya masuk ke dalam proyek strategis nasional.
Belum Optimal.
Banyak pihak menuduh JOKOWI jor-joran membangun insfrastruktur tanpa memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Harap dicatat bahwa alokasi anggaran untuk APBN tetap menjaga keseimbangan kebutuhan anggara lainnya khususnya bidang pendidikan dan sosial. Bahkan anggara pendidik dan sosial meningkat lebih besar daripada anggaran Infrastruktur.
Menurut proyeksi PWC Indonesia, presentase anggaran infrastruktur pada APBN 2017 berikisar pada 19% dibawah target pemerintah dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan/Compound Annual Growth Rate (CAGR) investasi sektor infrastruktur periode 2014-2019 diprediksi mencapai 9,5%. Artinya tetap mengutamakan anggaran sektor lain.
Karenanya walau pembangunan terus dilakukan sejak Jokow berkuasa namun negara tetangga yang sadar akan kompetisi era MEA juga memacu pembangunan insfrastrukturnya. Berdasarkan penilaian Logistic Performance Index (LPI) Indonesia berada di peringkat 63 dengan skor 2.98 berada dibawah Thailand peringkat 45 dengan skor 3.26, Malaysia peringkat 32 dengan skor 3.43, dan Singapura peringkat 5 dengan skor 4,14.
Sedangkan berdasarkan penilaian Global Competitiveness Index, peringkat Indonesia cenderung menurun dari posisi 34 pada tahun 2014-2015 menjadi posisi 37 pada tahun 2015-2016 dengan skor 4.52. Rendahnya indeks infrastruktur berdampak pada tingginya biaya logistik yang bermuara pada ekonomi biaya tinggi dan mahalnya biaya barang dan jasa serta berdampak pula pada menurunnya tingkat persaingan di masyarakat dalam kegiatan perekonomian.
Artinya begitu hebatnya Jokowi memacu pembangunan insfrastruktur masih kalah hebat negara tetangga. Bahkan masih kalah jauh jika dibandingkan negara anggota G20. Sebagai contoh, India sejak tahun 2009 investasi infrastruktur sudah diatas 7% PDB, dan Tiongkok sejak tahun 2005 sudah mencapai 9-11% PDB. Sedangkan Indonesia sampai sekarang total investasi infrastruktur dari APBN, APBD, BUMN, BUMD, dan swasta hanya mencapai sekitar 4,5% – 5% dari PDB.
 Mengapa ? Karena negara tetangga didukung penuh oleh elite politiknya dan rakyatnya antusias mendukung pemerintah membangun insfrastruktur dan mereka siap mengorbankan semua subsidi demi terbangunnya sistem logistik yang efisien. Semakin efisien logistik semakin competitive negara tersebut.
Bayangkan apa yang terjadi pada negara kita pada 5 tahun mendatang bila pembangunan insfrastruktur tidak dikebut dibangun? Yang pasti negara kita akan dikuasai oleh negara ASEAN, dan China. Maklum era MEA ( Masyarakat Ekonomi ASEAN ) berlaku desember 2015, ACFTA ( ASEAN CHINA FREE TRADE AREA telah berlaku 2010. Kita akan digilas oleh kekuatan regional kalah bersaing.

Jadi yang antipati dengan pembangunan insfrastruktur adalah mereka yang ingin indonesia dikuasai asing. Apapun kritik mereka tak lain adalah propaganda bagaimana agar indonesia lemah. Kebodohan karena ketamakan itu buruk, tapi lebih buruk lagi kebodohan karena kebencian...Peluang engga dapat, mati konyol yang udah pasti.

Grup fb Diskusi dengan Babo
Juni 02, 2017

Presiden : Saya Indonesia Saya Pancasila

Begini, sesederhana ini...
1. Awalnya Pak Presiden Joko Widodo menyerukan untuk menyambut Pekan Pancasila sebagai bentuk komitmen memperkuat Pancasila (http://indonews.id/presiden-jokowi-saya-indonesia-saya-pan…/)
2. Lalu kementrian sekretariat negara mengupload video singkat Presiden Jokowi mengucapkan kalimat "saya indonesia, saya pancasila", seperti di bawah.
3. Sebagai warga negara yang baik mengikuti seruan dan ajakan pemimpin bangsa, saya percaya ketulusan kolektif anak-anak bangsa ini bukan karena pencitraan apalagi sampai dikatakan muallaf pancasila. Mulailah tagline ini menjadi viral di lini masa, ditambah lagi dengan pembuatan photo profil, meme, hashtag etc.
4. Lalu tetiba saja, banyak yang seperti kebakaran jenggot, menyoal tagline nasionalisme ini yang dianggap sebagai lebay, musiman, lalu mulai menagih tes kesetiaan pancasila dengan mengampanyekan "Pribadi Pancasilais" itu bukan sekedar slogan, bahkan sampai ada yang begitu tega menyebut fenomena ini sebagai Muallaf Pancasila.
5. Semakin parah tuduhan itu menyebut para penggiat photo profile "saya pancasila" itu berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
6. Saya mengucapkan Innâlillâh atas kematian nalar sebagian anak bangsa yang sedemikian tega menuduh dengan berbagai tuduhan (point 4 dan 5) saudara sebangsanya yang sekedar mengikuti seruan pemerintah yang dita'atinya.
Demi Allah saya gagal memahami cara berfikir mereka... Perayaan kelahiran Pancasila sesederhana ini kok bisa sedemikian mengerikan dengan tuduhan akan memecah kesatuan bangsa.
Apa sebodoh itu pemerintah yang sedang diamanati mengelola bangsa ini membuat seruan untuk disintegarsi bangsanya sendiri?
تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة
Kebijakan Seorang Pemimpin Atas Rakyat Berdasarkan Kemashlahatan
مَنْزِلَةُ اْلاِمَامِ مِنَ الرَّعِيِّةِ مَنْزِلَةُ الْوَلِىِّ مِنَ الْيَتِيْمِ
Kedudukan imam terhadap rakyat adalah seperti kedudukan wali terhadap anak yatim
Ta'ati Pemimpinmu.... Itu saja!

Sabtu, 27 Mei 2017

Mei 27, 2017

MENJAWAB TUDUHAN ALFIAN TANJUNG KEPADA IBU MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Fakta & Kebenaran yang harus di publish
MENJAWAB TUDUHAN ALFIAN TANJUNG KEPADA IBU MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
1. Kau tuduh Ibu Mega menjual Indosat. Tahukah Kau bahwa Amien Rais yang dulu Ketua MPR dan sekarang kau puja-puja itu justru yang meminta agar Indonesia melakukan privatisasi BUMN? Tolong dibaca Poin 2 Halaman 9 TAP MPR X/2001. Amien Rais yang waktu itu jumawa dan mengambil komisi. Ingatkah kau dulu Presiden adalah pelaksana mandataris MPR. Dan Amien Rais Ketua MPR itu yang memutuskan supaya BUMN diprivatisasi termasuk Indosat.

2. Kau tuduh Ibu Mega menjual asset BPPN ke asing dan mendapat Komisi. Sekali lagi tolong Bapak Alfian Tanjung yang jago main Power Point tuduh kiri dan tuduh kanan kembali lihat Poin 2 Halaman 9 TAP MPR X/2001. Di situ jelas Amien Rais Ketua MPR saat itu yang minta asset BPPN dijual.

3. Kau tuduh Ibu Mega merugikan negara lewat VLCC Pertamina. Tahukah Kau bahwa MA di tahun 2009 sudah memutuskan penjualan VLCC Pertamina adalah sah? Bahkan MA mengatakan ada keuntungan $54 juta dari situ. Coba baca ini https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1065353/ma-kabulkan-pk-pertamina-penjualan-vlcc-sah

4. Kau tuduh Ibu Mega menjual harga gas Tangguh dengan murah ke China. Lupakah Kau dan Power Pointmu bahwa dulu nyaris tidak ada yang mau membeli gas Tangguh kita? Sampai Ibu Mega harus pergi jauh mencari pembeli dari Fujian, China yang akhirnya mau membeli gas Tangguh kita. Dan saat itu kita harus bersaing dengan Rusia, tetapi diplomasi Ibu Mega berhasil memenangkan kita sehingga devisa negara bertambah. Kita butuh devisa itu, karena saat itu terjadi Indonesia masih dibebani hutang menumpuk warisan Soeharto dan kroni-kroninya yang sudah memporak-porandakan ekonomi Indonesia.

5. Kau tuduh Ibu Mega menyengsarakan buruh dengan UU Outsourcing. Lupakah Kau dulu Indonesia sedang dalam krisis ekonomi karena perilaku korupsi kroni Cendan dan saat itu tidak ada perusahaan yang mau mempekerjakan buruh? Sampai akhirnya UU Outsorcing menjadi solusi yang dihadirkan pemerintahan Ibu Mega sehingga mulai kembali banyak buruh pengangguran kembali mendapat pekerjaan di masa krisis ekonomi. Harusnya Kau tanya Cikeas kenapa mereka tidak mengganti UU itu di saat ekonomi kita sudah membaik katanya? Apakah karena Cikeas hanya ingin tetap ada balck campaign ke Bu Mega yang dipimpin Choel Mallarangeng yang akhirnya dipenjara karena korupsi?

6. Kau tuduh Ibu Mega berikan Release dan Discharge. Lupakah Kau bahwa kebijakan BLBI itu sudah ada dari jaman Soeharto lewat Keppres No. 26 Tahun 1998 (Lembaran Negara No. 29 Tahun 1998 yang ditanda-tangani Presiden Soeharto tanggal 26 Januari 1998)? Lalu Release dan Discharge itu sudah ada dari jaman Habibibie dalam PP No. 17 Tahun 1999 (Lembaran Negara No. 30 Tahun 1999) yang ditanda-tangani Presiden BJ Habibie tanggal 27 Februari 1999? Sudahkah Alfian Tanjung maha jago Power Point membaca bahwa yang Ibu Mega tuliskan hanyalah memberikan kepastiak kepada yang SUDAH membayar dan TETAP MENGEJAR yang belum? Tolonglah baca lagi INpres No. 8/2002. Bahkan Inpres ini sudah dikuatkan dengan putusan No. 06G/HUM/2003 tanggal 30 Mei 2007.
7. Kau tuduh Ibu Mega melepas Sipadan Ligitan. Sempatkah Kau belajar tentang hukum arbitrase internasional saat sedang belajar Power Point? Yang membawa kasus ini ke Mahkamah INternasional di tahun 1969 adalah Soeharto. Dan di sini awal masalahnya, coba baca tulisan Hasim Djalal yang mengatakan dalam jurnal OPINI JURIS Vol 12 tahun 2013 bahwa “Penelitian lebih lanjut mengenai masalah kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan menunjukkan bahwa sesungguhnya Indonesia tidak pernah kehilangan wilayah, karena pada waktu kasus tersebut muncul dalam tahun 1969, baik Indonesia maupun Malaysia tidak sadar atas siapa sesungguhnya yang mempunyai kedaulatan atas kedua pulau tersebut.

Demikian pula halnya dengan ‘kekalahan diplomasi’ Indonesia. Putusan untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional adalah putusan politik, bukan putusan diplomasi, karena pada mulanya Indonesia menentang penyelesaian melalui Mahkamah Internasional, karena dengan demikian masalahnya berpindah dari bidang diplomasi ke bidang hukum”. Jadi tolong tanya Soeharto kenapa dulu dia bawa ini ke Mahkamah Internasional tahun 1969. Sebab Bu Mega hanya menerima ampas dari Cendana saat Mahkamah Internasional mengambil keputusan dari kegagalan Soeharto menangani konflik Sipadan-Ligitan.

8. Kau tuduh Ibu Mega berhutang triliunan rupiah. Ingatkah Kau bahwa justru di jaman Bu Mega hutang IMF kita stop? Karena sebelumnya di masa Soeharto kita diperbudak dnegan hutang IMF yang banyak masuk kantong Cendana. Bahkan setelah berani stop hutang IMF, Ibu Mega langsung jkeluarkan kebijakan ekonomi untuk jaga stabilitas ekonomi kita. Coba baca https://m.tempo.co/…/presiden-saatnya-imf-mendengarkan-kelu…

9. Saudara Alfian Tanjung yang jago Power Point dan provokasi…cobalah Kau teliti dulu data-data sebelum berkoar-koar. Jangan hanya karena kau ingin Khilafah Indonesia maka semua data salah kau benarkan dan data benar kau salahkan. Sampai Kau lupa bahwa di *jaman Ibu Mega adalah titik awal fondasi kuat keberhasilan Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang disebabkan oleh korupsi kroni Cendana*. Ini pun diakui SBY jika kau baca RPJM 2004-2009 dengan baik-baik.


Jika Anda tidak ingin Alfian Tanjung dkk menghancurkan Pancasila dan mendirikan Khilafah Indonesia, silakah share sebanyak-banyaknya