Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 04 Juni 2017

Juni 04, 2017

Ketidak-adilan Ekonomi

okezone.com
Dulu era Soeharto, soemitro djojohadikusumo ( Ayahanda Prabowo S) pernah mengeluarkan pernyataan bahwa 30% APBN menguap alias hilang tanpa ada pertanggungan jawab hukum. Kemudian ketika Pilpres 2014 Prabowo Subianto menyampaikan presentasi bahwa "Setiap tahun kita kehilangan Rp 1.000 triliun uang rakyat yang dirampok para koruptor,".

Jadi benarlah bahwa telah terjadi perampokan sistematis melalui cara cara yang canggih dan dilakukan oleh orang orang yang punya niat merampok. Tapi orang orang ini tidak pernah tersentuh hukum. Mereka kelas VVEP ( Very Very Exclusive Person) yang untouchable. Yang ditangkap hanya koruptor kelas kambing. Itulah warisan generasi dari era Soeharto sampai dengan era SBY. Lantas dari mana saja dana sebanyak itu terkumpul?

Yang paling banyak berasal dari transfer pricing dan komisi haram. Transfer pricing pada dasarnya merupakan transaksi atas barang dan jasa atau aset tertentu -biasanya dilakukan- dalam satu kelompok usaha yang dilakukan pada harga yang tidak wajar melalui proses menaikkan harga (mark up) maupun menurunkan harga (mark down).

Tujuan transfer pricing ini umumnya bersifat negatif karena berkaitan dengan false treatment pada perpajakan dan bisa juga digunakan untuk merugikan pemegang saham publik bila perusahaan sudah listed dibursa. Hal ini banyak terjadi di perusahaan yang mengolah Sumber Daya Alam seperti Migas dengan mengelabui cost recovery agar mengecilkan bagian pemerintah , Tembaga, Emas , batubara , CPO, termasuk Industry dan manufaktur berkelas MNC. Proses ini tidak akan terjadi begitu saja tanpa keterlibatan penguasa.

Disamping itu dengan berbagai skema terjadilan proses yang melahirkan komisi haram secara canggih untuk kegiatan project APBN, monopoli import, illegal logging, illegal mining, peredaran narkoba, prostitusi. Dari level terendah seperti Gayus Tambunan dan Nazaruddin sampai kepada level tertinggi dan menyebar kekiri dan kekanan lini kekuasaan. Semua menikmati mata rantai dana haram ini.

Mereka memang penjahat yang tahu bagaimana menyembunyikan dana haram tersebut. Para Fund Manager dan Consultant ahli dan settlor terlibat membantu mereka untuk melakukan placement,layering, integration. Mereka memang VVIP tapi keberadaan mereka juga menciptakan pengaruh berganda bagi lahir kelompok menengah di Indonesia. Mereka kaum professional dari yang PNS sampai yang swasta. Dari pengusaha sampai konglomerat.

Bagaimana kekuatan komunitas dari VVIP ini ? Data dari Capgemini Financial Services Analysis, 2016, menyebutkan bahwa sampai dengan 2014 , ada 46.000 orang yang merupakan HNWI Population menguasai USD 160 miliar atau kurang lebih Rp. 2000 Triliun. Nah itu datang riset international. Bagaimana dengan data dalam negeri dari BPS. Kita ambil data orang punya rekening bank ya.

Karena orang punya rekening berarti dia punya akses ke perbankan Sampai dengan tahun 2015 , total pemilik rekening di Indonesia hanya sekitar 60 juta orang ( rata per orang punya rekening lebih dari satu ) dari total populasi penduduk di Indonesia yang berkisar 250 juta jiwa. Atau hanya 25% dari populasi Indonesia. Dan itu menyebar hanya di kota besar utama. Di Kota kecil , masih sekitar ada 70 juta orang yang belum memiliki rekening bank, sedangkan di desa mencapai 100 juta orang lagi yang belum memiliki rekening.

Bagiamana komposisi dari pemegang rekening tersebut ? Hingga kuartal I/2015, total simpanan kurang dari Rp100 juta pada kuartal I/2015 mencapai Rp598,45 triliun atau berada di 159,97 juta rekening perbankan.

 Sementara itu, total dana dengan nilai Rp100 juta--Rp200 juta mencapai Rp227,09 triliun, Rp200 juta--Rp500 juta mencapai Rp351,43 triliun. Sedangkan simpanan dengan nominal Rp500 juta--Rp1 miliar, Rp1 miliar--Rp2 miliar dan Rp2 miliar--Rp5 miliar masing-masing mencapai Rp341,23 triliun, Rp327,66 triliun dan Rp426,92 triliun. Adapun simpanan di atas Rp5 miliar mencapai Rp2.006 triliun atau mencapai 46,89% dari total himpunan dana industri perbankan.

Bayangkanlah oleh saudara saudara, dari sisi assets ( bisa dalam bentuk emas, property atau rekening didalam dan luar negeri ) hanya 46.000 orang menguasai Rp 2000 triliun. Jumlah itu lebih besar dari APBN kita dan atau 30% dari GNP nasional. Berdasarkan Statistik Distribusi Simpanan Bank Umum hingga Maret 2015, jumlah akun rekening industri perbankan mencapai 163,59 juta akun rekening.
Hingga kuartal I/2015, total simpanan kurang dari Rp100 juta pada kuartal I/2015 mencapai Rp598,45 triliun atau berada di 159,97 juta rekening perbankan. 

Berdasarkan data LPS, jumlah akun rekening di atas Rp100 juta pada Maret 2015 mencapai 3,61 juta akun rekening. Nah sekarang anda bisa paham, kan sayang. Bahwa ketidak adilan itu terjadi tidak begitu saja tapi by system yang berlangsung sejak era Soeharto sampai era SBY. Tidak ada keberanian pemimpin memotong mata rantai penyebab ketidak adilan ekonomi.

ERA JOKOWI...

Ketika Jokowi dinyakan sebagai pemenang Pemilu, saya bertemu dengan Banker dari AS. Dia sahabat saya dan pernah menjadi penasehat investasi Presiden Soeharto. Menurutnya , apabila Jokowi hanya melaksanakan kebijakan ekonomi atas dasar kepentingan Politik dan kekuasaan, maka Indonesia tidak akan mengalami perubahan.

Mengapa ? Karena masalah indonesia itu bukan kelangkaan sumber daya alam dan manusia tapi kelangkaan orang punya niat baik. Tapi dengan kemenangan tipis terhadap PS, itu merupakan indikasi ada kekuatan sebagian besar rakyat Indonesia yang butuh perubahan. Dan itu tidak datang dari seorang mantan Jenderal , tokoh agama, politisi hebat, tapi dari seorang tukang kayu yang biasa biasa saja. 

Jokowi adalah lambang perlawanan silent mayority yang ingin adanya revolusi mindset...
Seorang Consultant keuangan di Singapore ketika saya minta advice nya mengenai global analysis terhadap Indonesia atas terpilihnya Jokowi, menulis dalam laporannya yang membuat saya terkejut. Menurut risetnya melalui interaksi dengan tim sukses nya JOkowi dan mereka yang secara tidak langsung terlibat dalam mendukungnya selama pipres , mengindikasikan akan ada proses perubahan selama era Jokowi.

Perubahan itu menyangkut restruktur APBN, reformasi MIGAS, Minerba, Pertanian , kelautan dan perkebunan, Impor, ekspor, Investasi, perdagangan dan Pajak. Program pembaharuan itu akan dilaksanakan dengan cepat dalam dua tahun kepemimpinan Jokowi dan setelah itu baru masuk ke reformasi Pajak melalui perubahan UU Pajak. 

Pada phase reformasi pajak ini akan sampai pada hak pemerintah mendapatkan akses kepada siapa saja yang punya uang di bank diatas Rp. 500 juta.
Ketidak adilan terjadi di masa lalu tidak bisa dihadapi dengan revolusi sosial atau menghentikan orang kaya untuk berkembang. Suka tidak suka mereka eksis karena sejarah kekuasan di Indonesia.

Yang dilakukan Jokowi adalah mereformasi APBN yang semakin besar tergantung kepada pajak dan pada waktu bersamaan memastikan keadilan ekonomi melalui penarikan pajak bisa efektif, terutama bagi mereka yang kaya raya selama ini yang ogah membayar pajak. Masa lalu biarlah masa lalu.
Jokowi ampuni dengan Tax Amnesty. Namun setelah itu hukum akan tegak untuk memastikan keadilan ekonomi tegak , yang pada waktu bersamaan program pembangunan dari daerah pinggiran dilaksanakan secara terprogram dan sistematis.

Namun dampak politik dari kebijakan Jokowi itu dari tahun ketahun mengakibatkan konstelasi politik semakin memanas dan dia seakan berselancar di gelombang ganas. Dan dia tak tergoyahkan dengan tekadnya. Bahwa semua ketidak adilan ekonomi harus dihentikan. Dan keadilan harus di menangkan!

Penutup.
Seorang teman yang juga politisi berkata kepada saya .andaikan Jokowi meniru cara kerja SBY atau presiden sebelumnya, negeri ini akan aman aman saja. Tidak akan ada demo dan aksi radikalisme anti pemerintah.

Soal rakyat miskin engga usah di pikirkan. Karena bagaimanapun orang miskin diperlukan agar politik tetap jadi ajang pesta tanpa jeda, dan memanjakan elite politik sepanjang kekuasaan. Saya hanya tersenyum.


Saya percaya apa yang dilakukan Jokowi dengan keberanian luar biasa, itu bukanlah tanpa alasan yang jelas. Bukan pula alasan politik yang mudah di transaksikan. Tapi alasan keimanan kepada Tuhan yang dia pegang teguh , bahwa visi pemimpin adalah menegakkan keadilan bagi semua. 

Seberat apapun itu pada akhirnya Tuhan akan selalu bersamanya. Dan Tuhan maha pelindung dari segala marah bahaya terutama dari orang rakus, dan culas...

Grup fb Diskusi dengan Babo

Sabtu, 03 Juni 2017

Juni 03, 2017

Gagal Paham tentang Liberal

Banyak orang di Indonesia, khususnya umat Islam, lebih khusus lagi jamaah Mamat-Mimin, salah paham dan gagal paham tentang "makhluk" yang bernama liberal. Bagi sebagian kaum Muslim, kata "liberal" ini seperti momok sebagaimana kata "komunis" atau "ateis" sehingga banyak orang yang alergi bahkan seperti orang kesurupan mendiskreditkan kaum liberal.

Padahal, sebetulnya sih biasa-biasa saja. Kata liberal bisa berarti "kata sifat" atau "pelaku" liberalisme. Liberalisme adalah sebuah pandangan dunia atau filosofi politik yang bertumpu pada ide-ide tentang kebebasan dan persamaan. Jadi, kebebasan (liberty) dan persamaan (equality) adalah fondasi utama liberalisme (dan dengan demikian kaum liberal).

Liberalisme juga mengacu pada pengertian sebuah doktrin politik yang memperjuangkan, melindungi, dan memperluas kebebasan individu sebagai masalah atau komponen utama dan mendasar dalam politik. Meskipun ada banyak varian kelompok liberal tetapi pada dasarnya mereka mendukung ide-ide tentang kebebasan agama, kebebasan berpendapat, kebebasan pers, persamaan gender, demokrasi, dlsb.

Dalam bingkai teoretik ini, maka liberalisme juga menolak absolutisme, otoritarianisme, konservatisme, sistem monarkhi, hak-hak istimewa raja dan kaum bangsawan, dlsb karena dipandang dapat mengikis dan membonsai hak-hak individu.

Oleh karena itu kaum liberal mendukung sistem demokrasi dan menanamkan pentingnya penegakkan hukum guna memprotek hak-hak dan kebebasan individu itu. Dulu, sebelum 1920, musuh utama ideologi liberalisme adalah konservatisme. Tetapi sejak 1920an, musuh utama ideologi ini adalah komunisme dan fasisme.

Banyak sarjana menganggap John Locke sebagai "Bapak Liberalisme". Liberalisme kemudian mendapatkan momentum dan tersebar luas setelah Revolusi 1688 di Inggris dan sekitarnya, Revolusi Amerika 1776, dan Revolusi Perancis 1793.

Ideologi dan filosofi liberalisme ini bukan hanya berkembang dan mempengaruhi Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Latin saja, tetapi juga Kerajaan Turki Usmani (Ottoman), Mesir, Suriah, dan Libanon pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Gerakan reformasi Turki Usmani yang bernama Tanzimat di abad ke-19 sangat dipengaruhi oleh filosofi dan gerakan liberalisme. Demikian pula gerakan al-Nahdah, sebuah kebangkitan budaya dan intelektualisme di Mesir, Suriah dan Liberanon, pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 juga dipengaruhi oleh liberalisme.

Di negara-negara Barat, karena berpandangan bahwa "kebebasan" dan "persamaan" hak-hak individu sebagai doktrin fundamental, kaum liberal ini menjadi pembela dan advokat utama kaum minoritas, termasuk kaum Muslim. Kaum liberallah yang melindungi mereka dari serbuan kaum bigot, konsevatif, dan Islamophobis. Kaum liberal pula yang mendukung pendirian masjid-masjid di Barat sebagai bagian dari ekspresi kebebasan beragama dan beribadah.

Oleh karena itu, seharusnya umat Islam di Indonesia justru berterima kasih kepada kaum liberal ini karena telah banyak membela hak-hak kaum Muslim yang dimarjinalkan di Barat, bukan malah menyumpahserapahi dan mengutuk mereka.


Sumanto Al Qurtuby
Juni 03, 2017

Hizbut Tahrir Indonesia ?

berita77.com
Karl Marx sering dijuluki sebagai bapak dari komunisme yang berasal dari kaum terpelajar dan politikus. Ia memperdebatkan bahwa analisis tentang kapitalisme miliknya membuktikan bahwa kontradiksi dari kapitalisme akan berakhir dan memberikan jalan untuk komunisme.

Walaupun Marx menulis tentang banyak hal semasa hidupnya, ia paling terkenal atas analisisnya terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan kelas, yang dapat diringkas sebagai "Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas", sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka dari Manifesto Komunis. 

Tetapi tulisan hebat itu baru menjadi inspirasi untuk lahirnya perubahan setelah terjadi Revolusi Bolshevik atau dikenal juga dengan Revolusi Oktober yang dilakukan oleh pihak komunis Rusia, di bawah pimpinan Lenin.

Apa artinya bagi kita sejarah Komunis itu? Bahwa pemikiran hebat tidak harus diselesaikan pada zaman ketika pemikiran itu muncul. Menulis adalah kata kunci agar andai tidak bisa dilakukan sendiri maka akan ada orang lain yang akan mentunaiknya. Makanya pemikiran yang sehat dasarnya adalah niat baik, dan tak peduli kapan ide dan pemikiran itu akan sampai menjadi sebuah inspirasi bagi orang lain.

Khilafah lahir dari itjihad ulama dari beberapa abad yang lalu. Konsep khilafah telah dibukukan begitu luasnya dari generasi ke generasi. Namun sejak pemikiran khilafah itu didengungkan, sampai kini konsep itu belum bisa membuktikan idealisme nya bisa diterapkan untuk sebuah negara.

 Bahkan belum bisa melahirkan sebuah revolusi hebat seperti Revolusi Bolshevik , yang gaungnya keseluruh dunia dan menjadi inspirasi bagi kaum pergerakan di seluruh dunia untuk lepas dari kolonialisme.

Apa sebab? Karena khilafah dimaknai sebagai sebuah gerakan internationalisasi , bukan sebagai konsep yang bisa menginspirasi orang untuk bergerak. Tulisan Karl Max setelah ia wafat lebih banyak dibahas dalam konteks akademis dari kaum terpelajar. Tidak pernah dibahas ditingkat rakyat tidak terdidik. Dari proses inilah lahir generasi tercerahkan lewat komunisme. 

Memang tidak banyak kaum terpelar yang terinspirasi akan komunisme, namun energi kaum terpelajar ini bagaikan maknit luar biasa yang mampu menarik jutaan rakyat jelata dalam satu barisan sehingga terjadilah revolusi.

HT, harus menggunakan cara cara seperti ini melalui program pencerahan lewat kaum terpelajar, tidak melalui rapat provokasi agitasi dan kolosal tapi lewat panggung akademis. Aktif terlibat menerbitkan beragam buku dari segala aspek kehidupan. Proses ini harus dilalui dengan sabar dan biarlah kehendak Allah yang akan menentukan kapan konsep khilafah ini dapat menjadi inspirasi orang untuk berubah.

Kalau HT tidak sabar dan ingin segera mewujudkan impiannya maka jalan yang paling bijak adalah lewat revolusi parlemen atau revolusi konstitusional. Caranya ? HT harus mau bermetamorfosa menjadi Partai Politik. Setelah itu, gerakan HT akan di legitmasi oleh UU untuk menebarkan paham khiafahnya. Dan nanti waktu Pemilu, HT harus membuktikan konsep khilafah nya diterima oleh lebih separuh rakyat Indonesia, Dengan demikian Parlemen dua pertiga dikuasai HT.

Tentu perubahan idiologi dan UUD dapat di laksanakan sesuai dengan agenda Khilafah nya HT. Tapi kalau gagal tentu harus menerima kenyataan bahwa khilafah memang belum bisa menggantikan Pancasila. BUkan karena khilafah tidak bagus tapi karena rakyat kebanyakan belum bisa menerima. Tapi kalau HT tetap sebagai ormas dengan mengusung progam khilafah maka walau bagaimanapun HT mengatakan tidak berpolitik dan tidak anti pancasila namun cara cara mengusung khilafah yang dilakukan diluar parlement adalah inskonstitusional.

Apalagi dengan keterlibatan HT dalam aksi bela islam kasus Ahok maka ini semakin memberikan legitimasi bagi pemerintah untuk membubarkan HT. Andaikan ..andaikan HT tetap tidak terlibat dalam politik praktis lewat aksi extraparlementer tentu program pencerahan HT yang sudah berjalan selama ini tidak akan mendapatkan hambatan. Tapi semua sudah terjadi. Suka tidak suka, publik dan pemerintah sudah punya persepsi bahwa HT engga punya dampak positip bagi pembangunan nasional....Itulah harga yang harus dibayar..

Pelajaran era Khalifah empat...
Bila kaum “Islamis” menggambarkan periode salaf itu sebagai zaman keemasan yang patut dirindukan, sebetulnya, periode itu “zaman biasa”.Bahkan sebenarnya “tidak banyak yang gemilang dari masa itu. Malah, ada banyak jejak memalukan.”

Contoh yang paling tajam ialah saat kejatuhan Usman bin Affan, khalifah ke-3. Sahabat Rasul yang diangkat ke kedudukan pemimpin umat pada tahun 644 itu–melalui sebuah musyawarah terbatas antara lima orang–berakhir kekuasaannya 12 tahun kemudian. Ia dibunuh. Para pembunuhnya bukan orang Majusi, bukan pula orang yang murtad, tapi orang Islam sendiri yang bersepakat memberontak.
Mereka tak sekadar membunuh Usman. 

Menurut sejarawan al-Thabari, jenazahnya terpaksa “bertahan dua malam karena tidak dapat dikuburkan”. Ketika mayat itu disemayamkan, tak ada orang yang bersembahyang untuknya. Siapa saja dilarang menyalatinya. Jasad orang tua berumur 83 itu bahkan diludahi dan salah satu persendiannya dipatahkan. Karena tak dapat dikuburkan di pemakaman Islam, khalifah ke-3 itu dimakamkan di Hisy Kaukab, wilayah pekuburan Yahudi. 

Tak diketahui dengan pasti mengapa semua kekejian itu terjadi kepada seseorang yang oleh Nabi sendiri telah dijamin akan masuk surga.

Mengutip kitab al-Tabaqãt al-Kubrã karya sejarah Ibnu Sa’ad, yang menyebutkan satu data yang menarik: khalif itu agaknya bukan seorang yang bebas dari keserakahan. Tatkala Usman terbunuh, dalam brankasnya terdapat 30.500.000 dirham dan 100.000 dinar. Kaum “Islamis” tak pernah menyebut peristiwa penting itu, tentu.

Dan tentu saja mereka tak hendak mengakui bahwa tindakan berdarah terhadap Usman itu menunjukkan ada yang kurang dalam hukum Islam: tak ada pegangan yang mengatur cara mencegah seorang pemimpin agar tak menyeleweng dan bagaimana pergantian kekuasaan dilakukan. Ketika Usman tak hendak turun dari takhta (ia mengatakan, “Demi Allah, aku tidak akan melepas baju yang telah disematkan Allah kepadaku!”), orang-orang Islam di bawahnya pun menemui jalan buntu.
Sebagaimana disebut dalam Kebenaran Yang Hilang, para pemuka Islam waktu itu mencari-cari contoh dari masa lalu bagaimana memecahkan soal suksesi. Mereka gagal. “Mereka juga mencari kaidah dalam Islam…tapi mereka tak menemukannya,” .

Maka perkara jadi runcing dan mereka mengepung Usman–lalu membunuhnya, lalu menistanya. Tampak, ada dinamika lain yang mungkin tak pernah diperkirakan ketika Islam bertaut dengan kekuasaan.

Dinamika itu mencari jalan dalam kegelapan tapi dengan rasa cemas yang sangat. Orang memakai dalih agama untuk mempertahankan takhta atau untuk menjatuhkan si penguasa, tapi sebenarnya mereka tahu: tak ada jalan yang jelas, apalagi suci. Di satu pihak, mereka harus yakin, tapi di lain pihak, mereka tahu mereka buta.

Itu sebabnya laku mereka begitu absolut dan begitu bengis. Pada tahun 661, setelah lima tahun memimpin, Ali dibunuh dengan pedang beracun oleh seorang pengikutnya yang kecewa, Ibnu Muljam. Khalifah ke-4 itu wafat setelah dua hari kesakitan. Pembunuhnya ditangkap. Sebagai hukuman, tangan dan kaki orang ini dipenggal, matanya dicungkil, dan lidahnya dipotong. Mayatnya dibakar. Ketika pada abad ke-8 khilafah jatuh ke tangan wangsa Abbasiyah, yang pertama kali muncul al-Saffah, “Si Jagal”.

Di mimbar ia mengaum, “Allah telah mengembalikan hak kami.” Tapi tentu saja ia tahu Tuhan tak pernah menghampirinya. Maka ia ingin tak ada lubang dalam keyakinannya sendiri (juga keyakinan orang lain) tentang kebenaran kekuasaannya. Al-Saffah pun mendekritkan: para petugas harus memburu lawan politik sang khalif sampai ke kuburan. Makam pun dibongkar. Ketika ditemukan satu jenazah yang agak utuh, mayat itu pun didera, disalib, dibakar. Musuh yang telah mati masih terasa belum mutlak mati. Musuh yang hidup, apa lagi….

Islam ketika digunakan sebagai kendaraan politik maka dia kehilangan nilai rahmatan lilalamin. Islam semacam itu hanya menebarkan fitnah, kebencian, pembunuhan, kerakusan, pembodohan, tak ubahnya dengan idiologi lainnya.. Karena sebetulnya mereka tidak menyiarkan islam tapi mereka merusak islam itu sendiri demi kekuasaan dan akses kepada harta. Kepada Allah kita berserah diri, karena hanya Allah yang bisa menjaga Islam itu rahmat bagi semua.


Dan biarlah waktu yang akan menilai nanti... Kita hanya tahu islam itu seperti yang diajarkan Rasul, sebagaimana Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, mencintai yang lembut di dalam seluruh perkara". (HR. Bukhari.) Yang tidak lembut, itu bukan islam. Mereka hanya memanfaatkan islam untuk kepentingan pribadinya.

Grup fb Diskusi dengan Babo

Jumat, 02 Juni 2017

Juni 02, 2017

Tuhan...ini owe

Ini cerita lucu tapi penuh makna ..😊
Tuhan...ini owe!!!*
Acong, seorang karyawan yang sangat lugu dan setia punya kebiasaan unik. 
 Tiap kali makan siang dan pulang ke rumah, dia selalu menyempatkan untuk berhenti di depan pintu rumah ibadah yang dilewatinya untuk berdoa sejenak.
12 tahun sudah, ia lakukan dengan setia, sampai suatu hari ada yang bertanya:
"Acong, apa yang loe lakukan di depan pintu rumah Tuhan setiap hari?"
Jawabnya:
"Owe berdoa"
Ditanya lagi "Doa apa?"
Acong:
Singkat saja.
*"Tuhan, ini owe, Acong"*
Suatu hari Acong sakit, masuk ruang ICU.
Ia merintih kesakitan dan berseru:
*"Tuhan, ini owe."*
(Setiap rasa sakit mendera tubuhnya, ia selalu panggil nama Tuhan)
Sampai suatu malam Acong bermimpi, seolah olah Tuhan datang, menyentuh kening Acong dengan lembut sambil berkata:
*"Acong, ini Owe"*
Acong senang sekali, dia langsung duduk, tapi yang menyapa sudah menghilang.
Dilepasnya selang infus, dia keluar dari ruang ICU mencari Tuhan.
Perawat kaget dan bertanya:
"Mau ke mana Koh?"
Dijawabnya:
"Owe mau nyari Tuhan yang menyapa Owe"
Perawat berpikir Acong ngelindur, tapi ia heran, waktu diperiksa ternyata Acong sudah sembuh total dan sehat seketika itu juga.
Tuhan sayang dengan orang yang tulus hati dan setia.
Tuhan tidak butuh kepandaian kita, Dia tidak butuh fasih lidah kita.
DIA tidak butuh doa yang panjang-panjang dan dahsyat..
DIA tidak kagum dengan hebatnya pelayanan kita, indah dan megahnya gedung kita,
Satu hal yang pasti, Tuhan melihat sampai jauh ke dasar hati kita, apa yang menjadi motivasi dan kerinduan kita saat mengiring "DIA" hanya dengan bilang "owe" itu sudah lebih dari cukup!Tuhan sudah tahu dan mengerti.
Jadikan seluruh hidupmu hari ini sebagai doa tulus bagiNya.
*Tuhan...ini owe...*
Selamat Pagi.....
Selamat Bekerja.....

Nishal Kaur Dhillon
Juni 02, 2017

Pembangunan insfrastruktur Presiden Joko Widodo

Add caption
Suatu waktu saya bersama teman berkunjung ke Hobei di provinsi Wuhan, China dan saat itulah teman yang juga professor disalah satu universitas di Eropa sempat berkata kepada saya bahwa kemajuan China dibidang Ekonomi bukanlah sesuatu yang hebat. Saya bingung. Karena seharusnya teman ini terpesona dengan infrastruktur dan kapasitas industry yang dilihatnya selama kunjungan ke Hobei.
Menurutnya apa yang dicapai oleh China kini bisa juga dicapai oleh Negara manapun. Jadi bukan sesuatu yang sulit dipelajari. Apa itu? China mampu memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa secara efisien. Kelancaran ini didukung oleh infrastruktur logistic ( darat ,laut dan udara ) yang luas dan merata diseluruh china. Sehingga setiap wilayah mampu mengembangkan potensinya dan mendapatkan manfaat dari itu lewat kemampuannya mensuplay kebutuhan pasar dalam negeri maupun international.
Anda bisa bayangkan pedagang bunga di Pasar Pagi dan Sawah Besar Jakarta merasa lebih nyaman dan menguntungkan membeli (import) bunga dari Yunnan ( China) daripada beli bunga dari Lembang ( Bandung). Pedagang buah buahan Jakarta merasa lebih nyaman dan menguntungkan membeli (import) Jeruk dari exporter Shanghai dibandingkan membeli Jeruk dari pedagang besar di Kalimantan. Itulah kehebatan dukungan system logistic yang dimiliki oleh china.
Sang professor berkata kepada saya bahwa negara-negara yang berhasil dalam pencapaian tujuan pembangunan adalah negara-negara yang memiliki sistem logistic yang efisien. Untuk itu harus didukung akan sarana transforitasi dan sistem administrasi layanan yang cepat. China memiliki jalan tol terpanjang di dunia, memiliki panjang jalur kereta sekitar 100.000 kilometer yang menghubungkan seluruh provinsi yang ada di China, dan akan ditingkatkan menjadi 170.000 pada 2030.
Negeri Panda itu kini juga telah memiliki jalur kereta cepat ( express trains) sepanjang 8.358 kilometer yang merupakan terpanjang di dunia, serta akan dibangun pula jalur yang menghubungkan hingga Tibet, Rusia serta beberapa negara ASEAN. Dan China mampu mengelola system transportasi nasional yang meliputi darat, laut dan udara dengan efisien dan efektif untuk mendukung lalu lintas logistic.
Yang menyedihkan era SBY berkuasa, kinerja Logistik sangat buruk, bahkan di bawah negara tetangga di Asia. Bank Dunia (2012) mempublikasikan Logistic Performance Index yang menempatkan kinerja sektor logistik Indonesia pada urutan 59 dari 155 negara. Posisi yang jauh di bawah dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, maupun Filipina yang memiliki kondisi geografis relatif sama dengan wialayah nusantara.
Dari segi layanan logistik yang ada di Indonesia masih terlalu panjang dan tidak efisien atau tepatnya amburadul, yang berdampak harga barang menjadi mahal. Contoh biaya logistik untuk produk pertanian masih di atas 40 persen. Akibatnya jangan kaget bila harga panen yang awalnya sangat rendah menjadi begitu tinggi di pasaran karena biaya transportasi dan logistik cukup besar. Bahkan, tak jarang harga sayuran dalam negeri justru lebih mahal ketimbang produk hortikultura impor, seperti wortel , bawang dari China atau Thailand, Malaysia.
Padahal bahan makanan pokok, termasuk hortikultura, menyumbang sekitar 35 persen sumber inflasi. Tanyalah harga bahan bangunan kepada orang Papua, sangat mahal. Sektor logistik secara makro menentukan daya saing suatu negara. Bila daya saing diartikan sebagai perbandingan produktivitas dan biaya, maka daya saing dapat diukur melalui persentasi ongkos logistik terhadap pendapatan nasional bruto suatu negara. Semakin rendah ongkos logistik maka semakin baik daya saing negara tersebut.
Ongkos logistik Indonesia diperkirakan sekitar 20-25% dari PDB. Jika dihitung dengan PDB tahun 2010 sebesar Rp 2.310,7 triliun atas dasar harga konstan, maka ongkos logistik Indonesia sekitar Rp 500 triliun, itu sama dengan setengah dari APBN habis untuk ongkos logistic yang tidak efisien. Hal ini salah satu penyebab mengapa tingginya angka pertumbuhan ekonomi di era SBY tidak berdampak luas terhadap perluasan produksi dan kesempatan kerja.
Apa dampaknya ? ternjadinya deindustrialisasi di Indonesia karena masih kurang memadainya insfrastruktur dibandingkan dengan permintaan pelayanan jasa transportasi. Kondisi infrastruktur pelabuhan, bandara, jalan darat, dan jalur kereta api tidak memadai untuk mendukung kelancaran lalu lintas logistik. Sistem transportasi intermodal ataupun multimoda belum dapat berjalan dengan baik. Akibatnya transportasi dari sentra-sentra produksi ke pelabuhan dan bandara belum dapat berjalan lancar.
Sehingga menyebabkan kualitas pelayanan menjadi rendah dan tarif jasa menjadi mahal, belum lagi prilaku aparat yang korup. Mengapa SBY tidak melakukan secara all out untuk mencari jalan keluar terpenuhinya system losgistik yang efisien? Jawabannya hanya satu bahwa sistem yang amburadul memang membuat nyaman para birokrat yang bermental korup.
Era JKW...
Era JKW Pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi prioritas untuk segera dilakukan. Berdasarkan data yang ada, anggaran pembangunan infrastruktur dari APBN memiliki tren yang terus meningkat tiap tahunnya terutama semenjak tahun 2014 hingga 2016 di era pemerintahan Jokowi karena pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Untuk mempercepat pembanguan infrastruktur, pemerintah melalui Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menetapkan 30 proyek infrastruktur senilai Rp 851 triliun sebagai proyek prioritas periode 2016-2019.
Proyek tersebut mendapat fasilitas jaminan politik, perizinan, dan finansial yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Untuk tahun 2017, Pemerintah menambah alokasi anggaran untuk keperluan pembangunan infrastruktur sebesarRp 70,2 triliun dari anggaran tahun ini. Sehingga untuk anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dalam APBN 2017 sebesar Rp 387,3 triliun yaitu setara 18,6% dari total APBN 2017 cenderung mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan presentase anggaran pembangunan infrastruktur yang berkisar 15,2% dari total APBN 2016.
Di tahun 2017 dana APBN 2017 untuk pembangunan infrastruktur akan difokuskan pada 6 sasaran pembangunan infrastruktur yang terdiri dari: Pembangunan Jalan sepanjang 815 km, Pembangunan jembatan 9.399 meter, Pembangunan 13 infrastruktur bandara, Pengembangan fasilitas pelabuhan laut di 55 lokasi yang beredar di seluruh Indonesia, Pembangunan jalur kereta api tahap I dan lanjutan sepanjang 550 kilometer spoor. Pembangunan terminal penumpang lanjutan di tiga lokasi. Disamping menggunakan APBN, skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) juga dimanfaatkan untuk proyek infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan tol yang nilainya mencapai Rp 570 triliun.
 Rincian dari angka proyek infrastruktur senilai Rp 570 triliun tersebut adalah investasi jalan tol senilai Rp 300 triliun, pelabuhan terutama 7 hub utama kira-kira sekitar Rp 70 triliun, serta kilang minyak sekitar Rp 200 triliun. Seluruhnya masuk ke dalam proyek strategis nasional.
Belum Optimal.
Banyak pihak menuduh JOKOWI jor-joran membangun insfrastruktur tanpa memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Harap dicatat bahwa alokasi anggaran untuk APBN tetap menjaga keseimbangan kebutuhan anggara lainnya khususnya bidang pendidikan dan sosial. Bahkan anggara pendidik dan sosial meningkat lebih besar daripada anggaran Infrastruktur.
Menurut proyeksi PWC Indonesia, presentase anggaran infrastruktur pada APBN 2017 berikisar pada 19% dibawah target pemerintah dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan/Compound Annual Growth Rate (CAGR) investasi sektor infrastruktur periode 2014-2019 diprediksi mencapai 9,5%. Artinya tetap mengutamakan anggaran sektor lain.
Karenanya walau pembangunan terus dilakukan sejak Jokow berkuasa namun negara tetangga yang sadar akan kompetisi era MEA juga memacu pembangunan insfrastrukturnya. Berdasarkan penilaian Logistic Performance Index (LPI) Indonesia berada di peringkat 63 dengan skor 2.98 berada dibawah Thailand peringkat 45 dengan skor 3.26, Malaysia peringkat 32 dengan skor 3.43, dan Singapura peringkat 5 dengan skor 4,14.
Sedangkan berdasarkan penilaian Global Competitiveness Index, peringkat Indonesia cenderung menurun dari posisi 34 pada tahun 2014-2015 menjadi posisi 37 pada tahun 2015-2016 dengan skor 4.52. Rendahnya indeks infrastruktur berdampak pada tingginya biaya logistik yang bermuara pada ekonomi biaya tinggi dan mahalnya biaya barang dan jasa serta berdampak pula pada menurunnya tingkat persaingan di masyarakat dalam kegiatan perekonomian.
Artinya begitu hebatnya Jokowi memacu pembangunan insfrastruktur masih kalah hebat negara tetangga. Bahkan masih kalah jauh jika dibandingkan negara anggota G20. Sebagai contoh, India sejak tahun 2009 investasi infrastruktur sudah diatas 7% PDB, dan Tiongkok sejak tahun 2005 sudah mencapai 9-11% PDB. Sedangkan Indonesia sampai sekarang total investasi infrastruktur dari APBN, APBD, BUMN, BUMD, dan swasta hanya mencapai sekitar 4,5% – 5% dari PDB.
 Mengapa ? Karena negara tetangga didukung penuh oleh elite politiknya dan rakyatnya antusias mendukung pemerintah membangun insfrastruktur dan mereka siap mengorbankan semua subsidi demi terbangunnya sistem logistik yang efisien. Semakin efisien logistik semakin competitive negara tersebut.
Bayangkan apa yang terjadi pada negara kita pada 5 tahun mendatang bila pembangunan insfrastruktur tidak dikebut dibangun? Yang pasti negara kita akan dikuasai oleh negara ASEAN, dan China. Maklum era MEA ( Masyarakat Ekonomi ASEAN ) berlaku desember 2015, ACFTA ( ASEAN CHINA FREE TRADE AREA telah berlaku 2010. Kita akan digilas oleh kekuatan regional kalah bersaing.

Jadi yang antipati dengan pembangunan insfrastruktur adalah mereka yang ingin indonesia dikuasai asing. Apapun kritik mereka tak lain adalah propaganda bagaimana agar indonesia lemah. Kebodohan karena ketamakan itu buruk, tapi lebih buruk lagi kebodohan karena kebencian...Peluang engga dapat, mati konyol yang udah pasti.

Grup fb Diskusi dengan Babo
Juni 02, 2017

PLN

Sejak dulu Pemerintah membuka peluang bagi dunia usaha untuk menyediakan pembangkit listri dan PLN sebagai penjamin pasar ( Market offtaker melalui PPA). Sekali anda bangun pembangkit listrik maka anda bisa tidur nyenyak. Karena jumlah power yang di hasilkan pembangkit itu di beli semua oleh PLN. Anda bisa menghitung laba dengan pasti dan dalam waktu tertentu investasi akan kembali. 

Selanjutnya anda tinggal menikmati keuntungan. Mengapa begitu menariknya? Harga beli PLN kepada pembangkit listrik termasuk termahal di dunia. Semua pengusaha ingin mendapatkan peluang itu. Makanya jangan kaget kalau konsesi bisnis Pembangkit listrik lebih banyak dinikmati oleh pengusaha yang dekat dengan politisi. Mengapa banyak yang mangkrak? Karena real investor umumnya engga mau beli izin konsesi. Kalaupun ada , pasti meminta kepada yang jual konsesi agar menekan pemerintah menaikan harga setinggi tingginya. Dan biasanya jual beli konsesi hanya berputar di kalangan broker.

Dalam satu rapat bisnis, saya mendengar teman bilang bahwa mimpi buruk itu bukannya Ahok tapi Jonan. Sama sama mata sipit. Tapi Jonan lebi gila. Mengapa ? Dia pangkas biaya pembelian Listrik PLN. Tadinya harga pembelian PLN di tetapkan berdasarkan program nasional pengembangan energi terbarukan dan memperhatikan ongkos logistik atau istilah kerennya cost plus margin. 


Tapi sekarang situasi di balik oleh Jonan, PLN hanya beli berdasarkan biaya pokok produksi (BPP) listrik. Apa yang terjadi ? Tadinya walau ada patokan harga tertinggi US$11,82 sen per kWh dan terendah USDD 6,9 sen namun faktanya di lapangan PLN membeli di atas USD 6,9 sen sampai dengan harga USD 11,82 sen Namun kini di pangkas USD 7,5 sen atau turun 30%.

Dampaknya banyak yang sudah pegang konsesi engga bisa lagi jualan konsesi. Karena peluang harga tinggi dan kebijakan cost plus margin tidak ada lagi. Mau engga mau terpaksa konsesi di lepas. Dan setelah itu yang akan masuk hanya real investor yang punya uang dan tekhnologi. Tentu mereka bisa menjual kepada PLN dengan harga yang ditetapkan PLN. Pembangkit listrik yang mangkrak karena di tinggal pergi oleh investor, pemerintah ambil alih melalui penugaskan kepada BUMN. Karena memang sebetulnya BUMN bidang Jasa kontruksi punya kemampuan membangun termasuk pendanaannya. Bahkan PLN sendiri bisa bangun tanpa harus semua diserahkan ke swasta. Selama ini mereka dikalahkan oleh pengusaha swasta yang punya koneksi dengan kekuasaan.

Jonan dan juga Ahok walau mereka berdua adalah pejabat negara namun cara berpikir mereka pure bisnis. Prinsipnnya buy low and pay later. Dan negara di untungkan, karena mereka berkerja untuk negara sebagai shareholder. Cara berpikir seperti ini bisa tumbuh dan berkembang tentu karena Jokowi sebagai komandan memang berlatar belakang pengusaha. Jadi kalau anda masih punya mental petualang bisnis yang mau ngakalin pemerintah engga akan berhasil. Cara berpikir anda mudah ditebak oleh mereka yang kini berkuasa. Mereka jago matematika bisnisnya dan punya network luas untuk mengetahui anda itu sebagai calo atau real investor.

Apa yang terjadi di era Jokowi? PLN termasuk yang pertama di reformasi oleh Jokowi diawal kekuasaanya. Di bawah komandan Sofyan Basir mantan dirut BRI, PLN yang tadinya merugi kini mencatat laba tinggi dengan likuiditas yang sehat untuk mengemban tanggung jawab menyediakan listrik nasional tanpa membebani APBN. Sebetulnya begitu banyak masalah negara ini namun Jokowi mampu menempatkan skala prioritas untuk diselesaikan dengan cepat dan dia menuntaskan sesuatu yang sebelumnya oleh penguasa tidak pernah terpikirkan...Jadi kekawatiran Listrik di kuasai swasta engga mungkin.Karena PLN sekarang sudah jadi perusahaan berkelas dunia dengan kinerja keuangan qualified..


grup fb diskusi dengan Babo
Juni 02, 2017

Presiden : Saya Indonesia Saya Pancasila

Begini, sesederhana ini...
1. Awalnya Pak Presiden Joko Widodo menyerukan untuk menyambut Pekan Pancasila sebagai bentuk komitmen memperkuat Pancasila (http://indonews.id/presiden-jokowi-saya-indonesia-saya-pan…/)
2. Lalu kementrian sekretariat negara mengupload video singkat Presiden Jokowi mengucapkan kalimat "saya indonesia, saya pancasila", seperti di bawah.
3. Sebagai warga negara yang baik mengikuti seruan dan ajakan pemimpin bangsa, saya percaya ketulusan kolektif anak-anak bangsa ini bukan karena pencitraan apalagi sampai dikatakan muallaf pancasila. Mulailah tagline ini menjadi viral di lini masa, ditambah lagi dengan pembuatan photo profil, meme, hashtag etc.
4. Lalu tetiba saja, banyak yang seperti kebakaran jenggot, menyoal tagline nasionalisme ini yang dianggap sebagai lebay, musiman, lalu mulai menagih tes kesetiaan pancasila dengan mengampanyekan "Pribadi Pancasilais" itu bukan sekedar slogan, bahkan sampai ada yang begitu tega menyebut fenomena ini sebagai Muallaf Pancasila.
5. Semakin parah tuduhan itu menyebut para penggiat photo profile "saya pancasila" itu berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
6. Saya mengucapkan Innâlillâh atas kematian nalar sebagian anak bangsa yang sedemikian tega menuduh dengan berbagai tuduhan (point 4 dan 5) saudara sebangsanya yang sekedar mengikuti seruan pemerintah yang dita'atinya.
Demi Allah saya gagal memahami cara berfikir mereka... Perayaan kelahiran Pancasila sesederhana ini kok bisa sedemikian mengerikan dengan tuduhan akan memecah kesatuan bangsa.
Apa sebodoh itu pemerintah yang sedang diamanati mengelola bangsa ini membuat seruan untuk disintegarsi bangsanya sendiri?
تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة
Kebijakan Seorang Pemimpin Atas Rakyat Berdasarkan Kemashlahatan
مَنْزِلَةُ اْلاِمَامِ مِنَ الرَّعِيِّةِ مَنْزِلَةُ الْوَلِىِّ مِنَ الْيَتِيْمِ
Kedudukan imam terhadap rakyat adalah seperti kedudukan wali terhadap anak yatim
Ta'ati Pemimpinmu.... Itu saja!

Minggu, 28 Mei 2017

Mei 28, 2017

Bantahan terhadap yang membantah tulisan Afi Nihaya Faradisa

Penyanggah: Dek Afi yang terhormat, kita emang gak bisa milih kita memeluk agama apa, karena kita didoktrin oleh orang tua kita. Tapi adek tau gak, kalau secara fitrah kita udah muslim? Adek gak tau? Makanya kakak kasih tau sekarang, ada kok hadits nya dek :
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR Bukhari 1296).
Jawab : anda menjawab secara fitrah sudah muslim,ini meniscayakan agama-agama lainpun melakukan klaim yang sama, anda emang ga belajar bahwa agama itu produk fitrah, tugas manusia yang berfikir adalah mengidentifikasi kalo ada agama yg tidak sesuai fitrah justru bukan agama. Atau kalau ada penafsiran alquran yang tidak sesuai dengan fitrah berarti bukan bagian dari islam. Bisakah anda definisikan dulu apa itu fitrah?.
Penyanggah: Tugas manusia adalah mencari jati diri nya, makanya setiap manusia dikasih otak buat berpikir lewat tanda-tanda yang Allah kasih. Makanya kita yang muslim nyebut muallaf sebagai "kembali ke fitrah", karena sejati nya dia kembali ke jati diri nya yang asli.
Jawab : Tugas manusia mencari jatidirinya, bukankah itu malah statment klise yang anda sendiri mungkin tidak menemukan argumentasi dalam mencari jati diri dan untuk apa mencari jati diri. Muallaf itu orang non muslim yang masuk agama islam, perkara apakah otomatis kembali ke fitrah, nanti dulu, anda terlalu terburu-buru. Fenomenanya tidak semua muallaf jadi orang baik, maka apa bila muallaf itu artinya kembali ke fitrah, pernyataan anda tidak logis alias invalid.
Penyanggah: Masalah bersitegang, ah adek ini kayak anak SD aja, jangankan soal iman dek, soal artis korea aja masih pada ngotot siapa yang paling ganteng / cantik, apalagi soal prinsip. Agama itu prinsip hidup dek, kalau kita menganggap semua agama benar, apa beda nya dengan balita yang gak bisa bedain mana kacang mana kecoak? Soal islam agama yang benar, kan udah ada dek ayat nya di Al-Baqarah ayat 2, penegasan nya ada di surat Yunus ayat 37-38. Kakak berani taruhan, nggak ada ayat-ayat setegas ini di agama lain. Coba aja adek cek, kalau adek udah gak sibuk sama wawancara dari orang-orang yang (maaf) sok bijak.
Jawab: cara bersaing anda tidak elegan, apabila sesuatu yang anda tawarkan istimewa, promosikan kelebihan produk anda tanpa harus merendahkan produk lain, islam melarang kita menghina Tuhan dan agama lain, anda justru membolehkan, anda ini terinspirasi dari agama apa ya? Anda mengutip2 ayat tapi mengajukan taruhan, dimana islam melarang mengundi nasib, apakah cara berpikir anda ini liberal yang singkretis dengan kejumudan?. Saya rasa Afi jauh lebih bermanfaat dengan orang-orang yang menurut anda sok bijak, karna orang yang mengatakan orang lain sok bijak adalah orang yang menganggap dirinya bijak, sedangkan orang menganggap dirinya bijak bisa dipastikan tidak bijak sama sekali.
Penyanggah: Maksud adek jangan sesekali menjadi Tuhan gimana dek? Karena kita melabeli orang sebagai kafir dan masuk neraka? Mungkin adek meradang sama mereka yang melabeli orang dengan sebutan kafir, tapi adek tau gak kalau mereka cuma mencocokkan identitas mereka dengan apa yang ada di Alquran? Gak ada beda nya dek sama petugas warnet yang disuruh pemilik warnet untuk melabeli tingkat pendidikan dari seragam yang dipakai, gak lebih. Tapi apa dengan itu si petugas langsung merasa jadi pemilik warnet? Nggak kan. Gak usah pake bayangkan dek, adek pernah baca Al-baqarah ayat 256 gak? Kalau iya, aneh kalau adek masih bilang islam memaksa orang lain pindah agama. Lagipula liat aja dek sejarah nya, agama mana yang paling suka memaksa orang lain memeluk agama mereka ketika mereka menjadi mayoritas, buka mata dan jadilah orang dewasa dek.
Jawab: kalo anda memang serius membaca tulisan Afi, padahal sangat mudah, yang dimaksud itu anda jangan jadi Tuhan bagi sesama. Itu kan bisa dipahami bahwa saat posisi anda tidak lebih baik dari orang lain, jangan berusaha menghakimi. Orang yang tau diri akan tau Tuhannya, kalau yang tidak tahu diri akan berlagak menjadi tuhan bagi sesamanya. Anda liat sejarah itu pasti dari buku, dan buku sejarah yang anda baca belum mencukupi klaim anda bahwa agama lain yang lebih memaksa saat jadi mayoritas. Cordoba sejarah awal ekspansi islam yg berdarah-darah, adalagi ekpansi bangsa tar tar, ekspansi keturunan jengis khan yang mualaf seperti kata anda kembali ke fitrah, malah banyak membantai orang, bahkan korbannya banyak dari kalangan muslim sendiri. Saran saya ga perlu terlalu percaya diri anda tau sejarah, baca lagi.
Penyanggah: Semua orang berhak mengklaim agama mereka yang terbaik, gak ada yang larang kok, wong iklan detergen aja bilang produk mereka yang terbaik. Tapi masalahnya, sejauh mana akal pikiran kita dipakai buat mencari kebenaran yang paling benar, bukan kebenaran atas dasar pingin tenar. Balik lagi ke tantangan yang kakak sebutkan diatas, adakah agama lain yang punya ayat setegas Al-Baqarah ayat 2?
Jawab : klaim itu ada pembuktiannya, kalo cuma klaim besok kita tunggu aja ada artis yang klaim buat agama dan kebenaran sendiri, anda ini standard agamanya diukur dengan deterjen sih, jadi agak sulit emang bedakan mana yang punya kesucian sama yang sekedar penghilang noda. Anda ingin mencari kebenaran tapi anda tidak punya alat untuk mengidentifikasi apa itu benar dan apa syarat-syarat mencapai benar. Anda ini benar-benar belum benar.
Penyanggah: Label neraka atau surga, itu juga gak lebih kayak guru yang bilang ke murid nya yang pemalas bahwa dia gak bakalan naik kelas. Logis toh? Gimana cara nya naik kelas kalau belajar aja nggak? Sama kayak label neraka, gimana mau masuk surga kalau sama Allah aja gak percaya?
Jawab: Seorang guru yang mengatakan muridnya pemalas adalah pemantik dan si guru menaruh harapan bahwa si murid kelak akan rajin, dengan analogi ini apakah dengan masuk neraka sama saja dengan pemantik agar si pendosa kelak akan masuk surga dengan cara masuk neraka, jika seperti itu manusia tidak perlu berbuat baik untuk masuk surga, cukup dengan masuk neraka saja kelak akan ke surga juga, ini super ga logis.
Tidak ada dek yang meragukan kekuasaan Tuhan, tapiiii... Baca lagi ya dek sejarah nya, Allah gak pernah membuat agama lain selain Islam, orang-orang dhalim lah yang memutar balikkan fakta menjadi agama-agama baru yang beraneka ragam. Itu juga jadi salah satu bukti kekuasaan Allah & salah satu bentuk ujian di dunia untuk makhluk-Nya. Makanya banyak baca ya dek, mumpung masih muda :)
Jawab: sebelumnya anda bilang selain agama islam kafir, lalu sekarang anda bilang tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Lalu kafir itu yang bagaimana?. Orang lain yang menurut anda zalim membuat agama baru, jadi ada agama baru sebelum nabi Muhammad membawa agama islam sebagi ajaran Tuhan yang paling terakhir, kedengerannya kok lucu ya?. Tolong untuk jawaban saya yang ini anda baca diulang sampe empat atau lima kali, saya jamin anda tertawa menertawakan diri anda.
Penyanggah: Soal kerukunan dek, kita bandingin aja yuk arab saudi vs italia, negara yang mewakili dua agama terbesar di dunia, di negara mana terjadi lebih banyak kriminalitas? Mohon bandingin nya pake akal sehat yah dek, jangan pake kebencian terhadap kaum bergamis.
Jawab: Anda melakukan komparasi yang tidak sama posisinya. Italia negara yg sudah berdiri jauh sejak kerajaan Roma sebagai kerajaan yang sah. Arab saudi kalo anda tidak terlalu sedikit membaca sejarah adalah sebuah negara yang di ambil dari syarif husein atas bantuan britania. merebut sebuah negara adalah kejahatan yang tak ternilai dan tidak dibenarkan dalam islam.
Penyanggah: Yang nama nya mayoritas, wajar kok kalau mereka menerapkan hukum mereka, analogi nya, di rumah adek, yang berlaku adalah adat istiadat di keluarga dek Afi kan? Kalau semisal ada orang lain yang ujug-ujug dateng ke rumah adek dan maksa keluarga adek ikutin adat istiadat dia, apa adek mau terima?
Jawab : Maaf boleh dikoreksi sedikit ga analoginya?, Rumah itu di dirikan dari keluarga yang telah memiliki adat istiadat daerah dimana orang tersebut lahir. Negara didirikan bukan dari satu keluarga, satu adat, satu agama. Anda mau mengatakan islam mayoritas tidak masalah, tapi asal anda tahu bukan hanya islam yang mendirikan negara ini. Baca sejarah lagi.
Penyanggah: Adek kayaknya beneran gak tau ya sejarah pancasila? Clue nya jelas dek, sila ke satu apa? Agama apa yang sepaham dengan sila ke satu? Adek harus tau, bahwa dasar negara kita yang paling inti diambil dari Alquran, bukan dari injil, weda, tripitaka atau kitab lain nya. Makanya kakak aneh liat tulisan adek yang bilang dasar negara gak boleh dari salah satu agama. Tanah yang kamu pijak itu juga bisa terbebas dari penjajah atas jasa para ulama dan santri loh dek, apa coba kitab panutan mereka? Yang jelas bukan komik Doraemon.
Jawab : apakah anda yakin lebih tau sejarah pancasila daripada Afi? Cluenya memang sangat jelas sampai anda melakukan tafsir. Semua agama di indonesia sampai yang bentuknya kepercayaan sepaham dengan sila kesatu, buktinya seluruh bangsa sepakat dengan pancasila sebagai asas negara, anda tidak mengetahui prinsip ketuhanan agama lain tapi mencoba menilai. Kita tidak bisa menilai sudut pandang orang lain dari tempat kita berpijak.
Penyanggah: Suatu hari nanti kakak akan menceritakan kepada keturunan kakak bahwa ada banyak oknum bertulisan seperti bijak yang aslinya bahkan nggak ngerti apa arti bijak itu sendiri. Orang-orang yang menginginkan situasi yang sangat fana dan diluar jangkauan realitas hanya karena ingin diterima oleh berbagai pihak. Kakak harap dek Afi gak masuk sebagai jajaran oknum itu :)
Jawab: Seandainya anda memang bijak anda tidak akan mudah menuduh orang lain tidak bijak, itu syarat wajib bijaksana.
Terakhir, kakak mau menukil quote dari Abdullah bin Mas'ud :
"Ilmu itu bukanlah sebuah kemahiran dalam berkata-kata, tetapi ilmu itu (menimbulkan) taqwa kepada Tuhan"
Dari hamba Allah yang masih mencari ilmu
Jawab: ya Allah berikanlah dia ilmu, yang sekarang masih agak belum cukup ya Allah.
Achmad rizky edward siahaan
- salam toleransi-
Mei 28, 2017

Teruntuk dek Afi Nihaya Faradisa

Dek Afi yang terhormat, kita emang gak bisa milih kita memeluk agama apa, karena kita didoktrin oleh orang tua kita. Tapi adek tau gak, kalau secara fitrah kita udah muslim? Adek gak tau? Makanya kakak kasih tau sekarang, ada kok hadits nya dek :
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR Bukhari 1296).
Tugas manusia adalah mencari jati diri nya, makanya setiap manusia dikasih otak buat berpikir lewat tanda-tanda yang Allah kasih. Makanya kita yang muslim nyebut muallaf sebagai "kembali ke fitrah", karena sejati nya dia kembali ke jati diri nya yang asli.

Masalah bersitegang, ah adek ini kayak anak SD aja, jangankan soal iman dek, soal artis korea aja masih pada ngotot siapa yang paling ganteng / cantik, apalagi soal prinsip.
Agama itu prinsip hidup dek, kalau kita menganggap semua agama benar, apa beda nya dengan balita yang gak bisa bedain mana kacang mana kecoak? Soal islam agama yang benar, kan udah ada dek ayat nya di Al-Baqarah ayat 2, penegasan nya ada di surat Yunus ayat 37-38. Kakak berani taruhan, nggak ada ayat-ayat setegas ini di agama lain. Coba aja adek cek, kalau adek udah gak sibuk sama wawancara dari orang-orang yang (maaf) sok bijak.

Maksud adek jangan sesekali menjadi Tuhan gimana dek? Karena kita melabeli orang sebagai kafir dan masuk neraka?
Mungkin adek meradang sama mereka yang melabeli orang dengan sebutan kafir, tapi adek tau gak kalau mereka cuma mencocokkan identitas mereka dengan apa yang ada di Alquran? Gak ada beda nya dek sama petugas warnet yang disuruh pemilik warnet untuk melabeli tingkat pendidikan dari seragam yang dipakai, gak lebih. Tapi apa dengan itu si petugas langsung merasa jadi pemilik warnet? Nggak kan.

Gak usah pake bayangkan dek, adek pernah baca Al-baqarah ayat 256 gak? Kalau iya, aneh kalau adek masih bilang islam memaksa orang lain pindah agama. Lagipula liat aja dek sejarah nya, agama mana yang paling suka memaksa orang lain memeluk agama mereka ketika mereka menjadi mayoritas, buka mata dan jadilah orang dewasa dek.

Semua orang berhak mengklaim agama mereka yang terbaik, gak ada yang larang kok, wong iklan detergen aja bilang produk mereka yang terbaik. Tapi masalahnya, sejauh mana akal pikiran kita dipakai buat mencari kebenaran yang paling benar, bukan kebenaran atas dasar pingin tenar. Balik lagi ke tantangan yang kakak sebutkan diatas, adakah agama lain yang punya ayat setegas Al-Baqarah ayat 2? 

Label neraka atau surga, itu juga gak lebih kayak guru yang bilang ke murid nya yang pemalas bahwa dia gak bakalan naik kelas. Logis toh? Gimana cara nya naik kelas kalau belajar aja nggak? Sama kayak label neraka, gimana mau masuk surga kalau sama Allah aja gak percaya?

Tidak ada dek yang meragukan kekuasaan Tuhan, tapiiii... Baca lagi ya dek sejarah nya, Allah gak pernah membuat agama lain selain Islam, orang-orang dhalim lah yang memutar balikkan fakta menjadi agama-agama baru yang beraneka ragam. Itu juga jadi salah satu bukti kekuasaan Allah & salah satu bentuk ujian di dunia untuk makhluk-Nya. Makanya banyak baca ya dek, mumpung masih muda :)

Soal kerukunan dek, kita bandingin aja yuk arab saudi vs italia, negara yang mewakili dua agama terbesar di dunia, di negara mana terjadi lebih banyak kriminalitas? Mohon bandingin nya pake akal sehat yah dek, jangan pake kebencian terhadap kaum bergamis.
Yang nama nya mayoritas, wajar kok kalau mereka menerapkan hukum mereka, analogi nya, di rumah adek, yang berlaku adalah adat istiadat di keluarga dek Afi kan? Kalau semisal ada orang lain yang ujug-ujug dateng ke rumah adek dan maksa keluarga adek ikutin adat istiadat dia, apa adek mau terima?

Adek kayaknya beneran gak tau ya sejarah pancasila? Clue nya jelas dek, sila ke satu apa? Agama apa yang sepaham dengan sila ke satu? Adek harus tau, bahwa dasar negara kita yang paling inti diambil dari Alquran, bukan dari injil, weda, tripitaka atau kitab lain nya. Makanya kakak aneh liat tulisan adek yang bilang dasar negara gak boleh dari salah satu agama. Tanah yang kamu pijak itu juga bisa terbebas dari penjajah atas jasa para ulama dan santri loh dek, apa coba kitab panutan mereka? Yang jelas bukan komik Doraemon.

Suatu hari nanti kakak akan menceritakan kepada keturunan kakak bahwa ada banyak oknum bertulisan seperti bijak yang aslinya bahkan nggak ngerti apa arti bijak itu sendiri. Orang-orang yang menginginkan situasi yang sangat fana dan diluar jangkauan realitas hanya karena ingin diterima oleh berbagai pihak. Kakak harap dek Afi gak masuk sebagai jajaran oknum itu :)

Terakhir, kakak mau menukil quote dari Abdullah bin Mas'ud :
"Ilmu itu bukanlah sebuah kemahiran dalam berkata-kata, tetapi ilmu itu (menimbulkan) taqwa kepada Tuhan"
Dari hamba Allah yang masih mencari ilmu

Gilang Kazuya Shimura

Sabtu, 27 Mei 2017

Mei 27, 2017

MENJAWAB TUDUHAN ALFIAN TANJUNG KEPADA IBU MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Fakta & Kebenaran yang harus di publish
MENJAWAB TUDUHAN ALFIAN TANJUNG KEPADA IBU MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
1. Kau tuduh Ibu Mega menjual Indosat. Tahukah Kau bahwa Amien Rais yang dulu Ketua MPR dan sekarang kau puja-puja itu justru yang meminta agar Indonesia melakukan privatisasi BUMN? Tolong dibaca Poin 2 Halaman 9 TAP MPR X/2001. Amien Rais yang waktu itu jumawa dan mengambil komisi. Ingatkah kau dulu Presiden adalah pelaksana mandataris MPR. Dan Amien Rais Ketua MPR itu yang memutuskan supaya BUMN diprivatisasi termasuk Indosat.

2. Kau tuduh Ibu Mega menjual asset BPPN ke asing dan mendapat Komisi. Sekali lagi tolong Bapak Alfian Tanjung yang jago main Power Point tuduh kiri dan tuduh kanan kembali lihat Poin 2 Halaman 9 TAP MPR X/2001. Di situ jelas Amien Rais Ketua MPR saat itu yang minta asset BPPN dijual.

3. Kau tuduh Ibu Mega merugikan negara lewat VLCC Pertamina. Tahukah Kau bahwa MA di tahun 2009 sudah memutuskan penjualan VLCC Pertamina adalah sah? Bahkan MA mengatakan ada keuntungan $54 juta dari situ. Coba baca ini https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1065353/ma-kabulkan-pk-pertamina-penjualan-vlcc-sah

4. Kau tuduh Ibu Mega menjual harga gas Tangguh dengan murah ke China. Lupakah Kau dan Power Pointmu bahwa dulu nyaris tidak ada yang mau membeli gas Tangguh kita? Sampai Ibu Mega harus pergi jauh mencari pembeli dari Fujian, China yang akhirnya mau membeli gas Tangguh kita. Dan saat itu kita harus bersaing dengan Rusia, tetapi diplomasi Ibu Mega berhasil memenangkan kita sehingga devisa negara bertambah. Kita butuh devisa itu, karena saat itu terjadi Indonesia masih dibebani hutang menumpuk warisan Soeharto dan kroni-kroninya yang sudah memporak-porandakan ekonomi Indonesia.

5. Kau tuduh Ibu Mega menyengsarakan buruh dengan UU Outsourcing. Lupakah Kau dulu Indonesia sedang dalam krisis ekonomi karena perilaku korupsi kroni Cendan dan saat itu tidak ada perusahaan yang mau mempekerjakan buruh? Sampai akhirnya UU Outsorcing menjadi solusi yang dihadirkan pemerintahan Ibu Mega sehingga mulai kembali banyak buruh pengangguran kembali mendapat pekerjaan di masa krisis ekonomi. Harusnya Kau tanya Cikeas kenapa mereka tidak mengganti UU itu di saat ekonomi kita sudah membaik katanya? Apakah karena Cikeas hanya ingin tetap ada balck campaign ke Bu Mega yang dipimpin Choel Mallarangeng yang akhirnya dipenjara karena korupsi?

6. Kau tuduh Ibu Mega berikan Release dan Discharge. Lupakah Kau bahwa kebijakan BLBI itu sudah ada dari jaman Soeharto lewat Keppres No. 26 Tahun 1998 (Lembaran Negara No. 29 Tahun 1998 yang ditanda-tangani Presiden Soeharto tanggal 26 Januari 1998)? Lalu Release dan Discharge itu sudah ada dari jaman Habibibie dalam PP No. 17 Tahun 1999 (Lembaran Negara No. 30 Tahun 1999) yang ditanda-tangani Presiden BJ Habibie tanggal 27 Februari 1999? Sudahkah Alfian Tanjung maha jago Power Point membaca bahwa yang Ibu Mega tuliskan hanyalah memberikan kepastiak kepada yang SUDAH membayar dan TETAP MENGEJAR yang belum? Tolonglah baca lagi INpres No. 8/2002. Bahkan Inpres ini sudah dikuatkan dengan putusan No. 06G/HUM/2003 tanggal 30 Mei 2007.
7. Kau tuduh Ibu Mega melepas Sipadan Ligitan. Sempatkah Kau belajar tentang hukum arbitrase internasional saat sedang belajar Power Point? Yang membawa kasus ini ke Mahkamah INternasional di tahun 1969 adalah Soeharto. Dan di sini awal masalahnya, coba baca tulisan Hasim Djalal yang mengatakan dalam jurnal OPINI JURIS Vol 12 tahun 2013 bahwa “Penelitian lebih lanjut mengenai masalah kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan menunjukkan bahwa sesungguhnya Indonesia tidak pernah kehilangan wilayah, karena pada waktu kasus tersebut muncul dalam tahun 1969, baik Indonesia maupun Malaysia tidak sadar atas siapa sesungguhnya yang mempunyai kedaulatan atas kedua pulau tersebut.

Demikian pula halnya dengan ‘kekalahan diplomasi’ Indonesia. Putusan untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional adalah putusan politik, bukan putusan diplomasi, karena pada mulanya Indonesia menentang penyelesaian melalui Mahkamah Internasional, karena dengan demikian masalahnya berpindah dari bidang diplomasi ke bidang hukum”. Jadi tolong tanya Soeharto kenapa dulu dia bawa ini ke Mahkamah Internasional tahun 1969. Sebab Bu Mega hanya menerima ampas dari Cendana saat Mahkamah Internasional mengambil keputusan dari kegagalan Soeharto menangani konflik Sipadan-Ligitan.

8. Kau tuduh Ibu Mega berhutang triliunan rupiah. Ingatkah Kau bahwa justru di jaman Bu Mega hutang IMF kita stop? Karena sebelumnya di masa Soeharto kita diperbudak dnegan hutang IMF yang banyak masuk kantong Cendana. Bahkan setelah berani stop hutang IMF, Ibu Mega langsung jkeluarkan kebijakan ekonomi untuk jaga stabilitas ekonomi kita. Coba baca https://m.tempo.co/…/presiden-saatnya-imf-mendengarkan-kelu…

9. Saudara Alfian Tanjung yang jago Power Point dan provokasi…cobalah Kau teliti dulu data-data sebelum berkoar-koar. Jangan hanya karena kau ingin Khilafah Indonesia maka semua data salah kau benarkan dan data benar kau salahkan. Sampai Kau lupa bahwa di *jaman Ibu Mega adalah titik awal fondasi kuat keberhasilan Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang disebabkan oleh korupsi kroni Cendana*. Ini pun diakui SBY jika kau baca RPJM 2004-2009 dengan baik-baik.


Jika Anda tidak ingin Alfian Tanjung dkk menghancurkan Pancasila dan mendirikan Khilafah Indonesia, silakah share sebanyak-banyaknya